Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

Friday, May 26, 2017

Tema Yang Disesuaikan Dengan Fungsi Design

Ada beberapa tema yang disesuaikan dengan fungsi desain, antara lain:

1. Rasional Media yang mengarah kerasional yang berfokus pada praktek, fungsi, atau kebutuhan masyarakat, akan memberikan tekanan atau manfaat baginya untuk menerima berita yang diinformasikan/dikomunikasikan. Pendekatan rasional sangat efektif bagi masyarakat yang membutuhkan penjelasan tentang produk/jasa yang dibutuhkan. Tanggapan positif terhadap informasi/komunikasi yang disampaikan bisa menyakinkan dan memuaskan masyarakat sebagai sasaran.

2. Humor dan Jenaka Penampilan humor atau jenaka merupakan strategi mencapai sasaran komunikasi grafis komunikasi untuk memicuperhatian terhadap yang dikomunikasikan. Dari survei yang dilakukan oleh eksekutif iklan menunjukkan bahwa penggunaan humor akan efektif untuk menarik perhatian dan menciptakan kesadaran orang yang melihatnya. Dalam visualisasinya tidak harus seorang pelawak sebagai bintang yang diekspus, namun bagaimana mengemas media informasi/komunikasi yang bersifat humor.


3. Rasa Takut Rasa takut lebih efektif digunakan untuk memperbaiki motivasi. Ada dua hal yang dituju:

  •  Pertama, mengindentifikasi konsekuensi negatif jika menggunakan produk. 
  •  Kedua, mengidentifikasi konsekuensi negatif terhadap perilaku yang tidak aman, misalnya minum-minuman keras, merokok, menilpon sambil nyetir mobil, merusak lingkungan, dan sebagainya. 
4. Patriotik Tampilan visual patriotik (hero) kadang dihadirkan untuk menambah rasa kepercayaan masyarakat terhadap berita yang diinformasikan/dikomunikasikan. Pahlawan yang berotot besar yang secara sigap, cepat, tanpa pamrih dapat memberantas keonaran, kejahatan, dan suka menolong sesama. Adegan ini dapat membius kepercayaan masyarakat, sehingga mereka menerima terhadap segala yang diinformasikan/dikomunikasikan pada media grafis.

5. Kesalahan Seseorang suatu saat kadang melakukan kesalahan dalam hidupnya, seperti menyimpang dari nilai aturan yang ada. Tujuan media yang bersifat kesalahan ini agar audience (masyarakat) yang melihatnya/membacanya bisa memperbaiki adegan/berita kesalahan yang diinformasikan/dikomunikasikan. Misalkan seorang ibu menggoreng (menuangkan) krupuk sebelum minyak gorengnya mendidih. Hal ini tentu kesalahan besar yang mengakibatkan krupuk tidak bisa berkembang dengan baik. Di sinilah peran audien (masyarakat) untuk memperbaikinya, yaitu sebelum krupuk dimasukkan ke wajan harus menunggu mendidihnya minyak goreng agar krupuk yang digoreng bisa mengembang dengan sempurna. Contoh lain, orang salah kalau menggunakan battery ”B” karena mainannya tidak bisa jalan, mengapa tidak pakai battery ”A”?.

6. Kaidah Kaidah biasanya hubungannya dengan aturan-aturan yang tidak menyinggung suku, adat-istiadat, ras, dan agama (SARA). Unsur ini sangat riskhan dan harus berhati-hati, agar media grafis yang diciptakannya tidak terjadi ke-salah pahaman di dalam masyarakat. Tampilnya figur anak-anak yang tidak sopan terhadap orang tua atau melanggar asusila tentu akan menjadi gunjingan di masyarakat yang mengakibatkan media grafis yang telah susah payah dibuatnya tidak boleh beredar. 
Seorang desainer grafis harus mengetahui aturan yang ada agar dalam pengerjaan desain berjalan dengan lancar, seperti menampilkan unsur “halal” dalam produk makanan/ minuman, atau sunkem anak kepada orang tua di hari Raya yang sudah mendapat kepercayaan dan tradisi yang bagi kaum muslim secara luas. 

7. Simbol Simbol adalah tanda yang mempunyai hubungan dengan obyek yang mempunyai peraturan yang sifatnya umum. Simbol merupakan jembatan menginterpretasikan (mengartikan) suatu obyek kepada orang lain sesuai dengan pengalamannya. Informasi yang disampaikan sumber menggunakan simbol kadangkala tidak sampai atau salah persepsi terhadap yang menerimanya, seperti lambaian tangan bisa menyimbulkan (mengisyaratkan) selamat datang, selamat berpisah, selamat tinggal, tidak mau, atau tidak setuju. Tampilnya burung merpati terbang dan grafis komunikasi menyimbulkan adanya kebebasan hidup, begitu sebaliknya gambar merpati yang terkurung dalam sangkar menyimbulkan hidup terkekang. 

8. Pengandaian Pengandaian merupakan harapan atau angan-angan kedepan sebuah tujuan. Pengandaian merupakan sebuah impian yang seakan-akan menjadi kenyataan. Tampilnya media informasi/komunikasi dengan tema “pengandaian” membidik sebagian masyarakat yang mempunyai harapan besar setelah mengikuti dan menanggapi terhadap pesan yang disampaikan. Sebagai contoh tampilnya gambar anak dibawah lima tahun yang asyik mengoperasikan komputer atau bertambahnya tinggi badan setelah minum salah satu produk vitamin tertentu. 

9. Emosional Emosional sangat berhubungan dengan faktor psikologis yang dapat mempengaruhi penghayat (masyarakat). Sebagian masyarakat tertarik pada berita yang diinformasikan/dikomunikasika n melalui pendekatan emosional dengan perasaan si penghayat yang mengesampingkan atribut dari lembaga yang menginformasikan. Para desainer pesan percaya bahwa pengiriman pesan melalui teknik emosional lebih mengena dan membuat penasaran, khususnya masyarakat yang merasa lebih maju.  


Baca selengkapnya

Wednesday, May 3, 2017

Keselarasan Warna



   1) Keselarasan warna 
       Untuk memperoleh keselarasan warna, cara yang paling mudah adalah menggunakan interval tangga warna yang tertera pada lingkaran warna. Dalam lingkaran warna terdapat enam warna standard an enam warna intermediate. Interval tangga warna berupa warna-warna pada setengah lingkaran warna, yang terdiri dari tujuh tingkatan warna yang sering disebut juga gradasi warna. 



Dengan berpedoman pada interval tangga warna tersebut, dapat dihasilkan susunan warna sebagai berikut 
  1. ➤ Susunan warna dengan satu interval tangga (satu warna). Misalnya warna kuning saja, ini disebut   laras monoton atau laras tunggal. Hasilnya adalah susunan warna yang monoton, statis, berkesan tenang, resmi namun membosankan 
  2. ➤ Susunan warna dengan dua atau tiga interval tangga berdekatan (warna-warna transisi atau analogus), disebut laras harmonis. Hasilnya adalah susunan warna yang harmonis, selaras, ada dinamika dan enak dilihat. Kombinasi warna-warna yang harmonis terlihat lembut karena satu warna dengan warna lain yang dipadukan memiliki perubahan warna yang lembut 
  3. ➤ Susunan warna dengan interval tangga saling berjauhan, disebut laras kontras. Hasilnya adalah susunan warna yang kontras, kuat, tajam, dinamis, bergejolak. Kombinasi warna kontras cepat terlihat, tetapi cepat pula ditinggalkan. Adapun jenis-jenis warna kontras tersebut antara lain : 

    • ➢Kontras komplementer (kontras dua warna). Dua warna yang saling berhadapan dalam lingkaran warna disebut komplementer. Dua warna ini adalah warna-warna yang paling kontras, karena memiliki jarak paling jauhdalam lingkaran warna sehingga merupakan warna yang bertentangan. Berikut ini adalah pasangan warna komplementer yang diurutkan berdasar kekontrasannya : 
      • ➧Kuning – ungu 
      • ➧Kuning jingga – biru ungu 
      • ➧Kuning hijau – merah ungu
      • ➧Jingga – biru  
      • ➧Hijau – merah
      • ➧Merah jingga – biru hijau

    • ➢Kontras split komplemen (kontras dua warna komplemen bias). Split/bias komplemen yaitu warna-warna yang berseberangan pada lingkaran warna, tetapi menyimpang ke kiri atau ke kanan. Misalnya warna-warna komplemen bias kuning dapat berupa biru ungu, merah ungu, tetapi dapat pula dengan biru dan merah.

    • ➢Kontras triad komplemen ( kontras segitiga/kontras tiga warna ). Semua bentuk segitiga sama sisi yang dapat dibuat dalam lingkaran warna, misalnya merah – biru – kuning atau jingga – hijau – ungu adalah jenis kontras tiga warna. 
    • ➢Kontras tetrad komplemen (kontras dobel komplemen/kontras empat warna). Semua bentuk segiempat sama sisi yang dapat dibuat pada lingkaran warna merupakan kontras empat warna, misalnya merah – kuning jingga – hijau – biru ungu.


            Warna-warna kontras sesungguhnya kurang laras atau dapat dikatakan kurang harmonis. Maka dalam menyusun warna kontras diperlukan metode untuk menyelaraskan agar tampak harmonis. Terdapat dua kemungkinan penyelarasan kontras, yaitu 
  • ➧Memberi jembatan yang menghubungkan dua warna kontras tersebut dengan gradasi hue. Misalnya kontras kuning dengan biru dapat dijembatani dengan kuning hijau, hijau atau biru hijau 
  • ➧Mengulang-ulang warna kontras tersebut diberbagai tempat. 
Baca selengkapnya

Monday, May 1, 2017

Memahami Konsep Citra Vector

Pengertian Citra Vektor 

           Citra vektor/gambar vektor merupakan gambar digitalyang berdasarkan persamaan matematis. Gambar Vektor terdiri dari penggabungan koordinatkoordinat titik menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek, sehingga gambar tidak menjadi pecah walaupun diperbesar atau diperkecil.
           Citra vektor adalah gambar yang dibuat dari unsur garis dan kurva yang disebut vektor. Kumpulan dari beberapa garis dan kurva ini akan membentuk suatu obyek atau gambar.
           Citra vektor merepresentasikan gambarnya tidak dengan menggunakan pixel, melaikan dengan kurva dan garis yang didefinisikan dalam persamaan matematis. Persamaan matematis tersebut disebut dengan vektor. Sebagai contoh menggambar segitiga maka didefinisikan persamaan matematis dari segitiga sehingga membentuk garis pembatas segitiga didalam garis pembatas tersebut diberi warna sehingga terbentuklah bidang segitiga.
           Beberapa format file citra vektor di antaranya: svg, eps, wmf , cdr dan lain sebagainya.Gambar vektor tidak tergantung pada resolusi. Citra vektor dapat diperbesar atau diperkecil ukuran gambar tanpa kehilangan detail gambarnya. Disamping itu gambar vektor akan mempunyai ukuran file yang lebih kecil dan dapat diperbesar atau diperkecil bentuknya tanpa merubah ukuran filenya.
           Citra vektor merupakan jenis gambar yang paling tepat untuk mengolah/membuat gambar logo atau setting percetakan hal ini dikarenakan citra vektor tidak akan pecah saat diperbesar sampai ukuran berapapun.

Ciri – Ciri Citra Vektor 

           Citra Vektor terdiri dari penggabungan koordinat-koordinat titik yang dibuat dalam persamaan matematika menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek.
Adapun ciri – ciri dari citra vektor adalah sebagai berikut :
o Citra vektor terdiri susun dari persamaan matematika Grafik dengan type Vektor merupakan gambar    yang dibentuk oleh objek berupa garis dan kurva.
o Citra vektor tidak terlihat pecah saat diperbesar
o Kualitas hasil gambar dari type vektor tidak tergantung pada resolusi gambar.
o Ukuran file gambar relatif kecil
o Dalam penyimpanan file, type Vektor hanya memerlukan ruang penyimpan yang relative kecil
o Ukuran file gambar tidak tergantung pada resolusi komputer
o Teknik pewarnaan gradasi membutuhkankemampuan yang lebih agar menghasilkan gambar yang
   realistis.


3) Perbandingan Citra Vektor dengan Bitmap
Untuk perbedaan citra vektor dan bitmap dapat dituliskan dalam bentuk tabel berikut :


Baca selengkapnya

Wednesday, November 30, 2016

Unsur - Unsur Estetika Typografi


Segi kritis pengalaman estetik menyangkut penentuan harga objek estetik. Penentuan nilai menunjukkan beberapa standar penghargaan seperti tingkat realisme (Goldman), keaslian dan keunikan (Boas), perpaduan ketakjuban dan pengharapan (Greenberg), kepekatan atau kesempurnaan bentuk (Greenberg dan Beradsley) serta kejelasan kualitas (Popper). Dapat disimpulkan bahwa kesan estetik dapat bersumber dari dalam karya-karya seni (objek) dan terpengaruh oleh subjek. Beberapa prasyarat agar subjek dapat menikmati keindahan untuk memperoleh pengalaman estetik penuh, yaitu :

  1. Kebutuhan pokok manusia terpenuhi.Orang sibuk tidak dapat meluangkan waktu untuk menikmati keindahan, orang melarat bukan keadaan baik untuk menikmati keindahan. Demikian juga orang yang ada dalam keadaaan serba terpenuhi juga sulit memperoleh keindahan (askesis).
  2. Pengalaman estetis yang berkembang dalam diri seseorang mendorong keinginan untuk merasakan pengalaman tersebut sekali lagi tanpa perbedaan dengan yang lama. Pengulangan ini harus bersifat tidak membosankan.
  3. Pengalaman, meskipun sudah berakhir, manusia berkeinginan untuk mengabadikan dalam bentuk karya (Ahmad Sachari, 1986).

Dalam dunia pendidikan, keindahan dari objek dapat diperoleh melalui usaha bagaimana menghasilkan desain yang menarik dan berkesan bagi peserta didik. Sedangkan kesan keindahan dari subjek (peserta didik) harus memperhatikan kondisi setiap individu yang akan menikmati atau menggunakan karya itu.

Dalam teknologi, pendidikan merupakan upaya penting untuk merancang dan mendesain media komunikasi visual yang memenuhi unsur-unsur estetika dan dapat diaplikasikan dalam pembelajaran, tetapi lebih baik dalam kondisi difasilitasi.



Secara psikologis rentetan peristiwa dalam proses menikmati keindahan dibagi dalam beberapa bagian :
  1. Sensasi, adalah rangsangan eksternal ditangkap mata dan telinga dalam alat penerimaan yang menimbulkan getaran yang disebut sensai (rasa).
  2. Persepsi, merupakan tahap dimana sensasi telah terkesan. Pada orang yang otaknya cepat, proses dari sensasi ke persepsi berjalan lebih cepat. Persepsi langsung menggerakkan proses asosiasi-asosiasi sehingga dapat melakukan komparasi (membandingkan), diferensiasi (membedakan), analogi (persamaan) dan sintesis (penyimpulan).
  3. Impresi, merupakan tahap dimana kesan telah menjadi keyakinan yang sewaktu-waktu dapat diingat kembali karena sudah ada dalam wilayah kesadaran manusia.
  4. Emosi, tidak hanya menyangkut perasaan marah, kecewa, panic, jengkel, kesal yang tidak terkendali, namun juga perasaan gembira dan antusias.
  5. Interpretasi, menyangkut aktivitas daya pikir akibat impresi masuk ke dalam wilayah kesadaran. Interpretasi adalah fungsi aktif intelektual manusia yang jika bertemu ditambah emosi sehingga menghasilkan apa yang disebut dipersepsi.
  6.  Apresiasi, merenungkan pengertian atau apa yang telah diinterpretasikan, menimbang dengan fakta-fakta lain, mempertimbangkan kebenaran sampai dimana maknanya adalah fungsi intelek berganda yang dirumuskan dengan kata apresiasi.
  7. Evaluasi, adalah renungan dan rumusan yang ingin disampaikan kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis (A.M. Djelantik, 1999).






Baca selengkapnya

Wednesday, November 9, 2016

Grid System Tipografi

Grid System

Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid Systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid systems seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah komposisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.

Berbasis pada golden section, proporsi yang identik dengan luas halaman akan menghasilkan perhitungan rasio lebar margin sebagai berikut :
 Margin atas = 3
 Margin bawah = 6
 Margin luar = 4
 Margin dalam =2









Golden section adalah sebuah konsep dasar yang digunakan untuk menghasilkan proporsi yang sempurna untuk keperluan pemecahan ruang. Diagram di samping ini menunjukkan suatu cara mencari titik pertemuan (golden mean) untuk mengkonstruksi sebuah bentuk persegi empat.
 Diawali dengan sebuah garis ‘ab’
 Segitiga terbentuk dari setengah ‘ab’ (garis vertikal ‘bc’)
 Aksis ‘c’ dan ‘b’ menghasilkan titik ‘s’
 Aksis ‘a’ dan ‘s’ menghasilkan titik ‘g’
 Garis ‘ab’ terbagi menjadi ‘M’ dan ‘m’
 Akhirnya panjang ‘M’ membentuk tinggi persegi-empat


Walaupun tidak ada aturan-aturan yang baku mengenai penentuan besarnya margin, namun pemanfaatan ukuran margin yang tepat dapat memberikan dampak visual terhadap keseluruhan rancangan. Margin yang sama besar akan lebih cepat membosankan, sedangkan ukuran margin yang tidak sama besar dapat menciptakan ruang asimetris yang lebih dinamis.



Next Page >>
Baca selengkapnya

Focal Point Tipografi

Focal Point


Tugas perancang grafis adalah menarik perhatian penglihat dengan menciptakan suatu pola rancangan visual yang secara cepat dapat menstimulasi penglihat lewat pokok penekanan (focal point). Dalam desain tipografi ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan focal point dengan berbagai kemungkinan. Contoh :




Ketika sebuah elemen terisolasi (kata yang dilingkari) dari kelompok elemen yang lain maka elemen itu akan menjadi focal point. Dengan melakukan pemisahan, sebuah elemen akan menjadi properti visual yang penting.


Pada desain sampul buku ini focal point terletak pada nama penulisnya dengan mengubah parameter pada ukuran huruf.
Baca selengkapnya

Wednesday, October 26, 2016

Bandable Battery yang akan menjadi perangkat penting, Smartphone

Berita technologi terbaru 2016


Keluaran terbaru Baterai yg Elastis


Sebuah baterai baru lithium-ion yang dapat melentur dan memutar dapat dipakai untuk mengisi daya dan suatu hari akan digunakan untuk mengembangkan smartphone yang fleksibel, menurut Panasonic yang mengembangkan baterai baru tersebut.

Meskipun masih dalam tahap awal perkembangan, baterai ini sudah diuji untuk menahan liku, ditekuk dan deformasi lainnya sambil mempertahankan kemampuannya dan biayanya, manurut Panasonic.
Sebaliknya, baterai lithium-ion yang biasa, umu digunakan di smartphone dan gadget lainnya.dapat menurunkan resiko cacat sehingga memperpendek waktu operasi perangkat, kata perusahaan itu.

Baterai ini telah diresmikan pada awal bulan ini selama Pameran Gabungan Advanced Technology atau Combined Exhibition of Advanced Technologies (CEATEC).

Baterai lithium-ion dapat menjadi volatil jika mengalami kegagalan fungsi seperti yang terjadi dengan Catatan Samsung Galaxy 7, yang diganggu oleh masalah baterai yang menyebabkan mereka terlalu panas dan kadang-kadang meledak.baterai yang salah bisa terbakar ketika mereka diisi berlebihan, karena ion lithium dapat mengumpulkan di satu tempat dan disimpan sebagai lithium metalik. Jika ini terjadi, panas dari pengisian yang berlebihan dapat menyebabkan pembentukan gelembung oksigen yang sangat reaktif dengan lithium logam. Jika mereka bersatu, ini dapat menyebabkan ledakan.

Baterai lentur Panasonic menggunakan " Developer Casing dan Struktur internal terbaru ", yang kata perusahaannya akan membuat baterai tahan lama tidak mudah bocor dan terlalu panas. Dengan casing dan kabel terbaru ini, baterai menjadi lebih aman dan lebih dapat diandalkan untuk perangkat teknologi yang dikenakan, kata perusahaan itu.

Baterai lentur ini hanya berukuran 0.02 inci ( 0.55 milimiter) tebal, dan mampu ditekukan hingga mencapai radius 25 mm. dan dapat memutar hingga 25 derajat pada saat dites, menurut Panasonic. Perusahaan mencatat bahwa kapasitas baterai ini masih kecil-baterai hanya dapat mengisi antara 17mAh (untuk ukuran terkecil) dan 60 mAh (untuk ukuran terbesar). Untuk perbandingan IPhone 7 memiliki baterai 1960 mAh. Meskipun pengembangan lebih lanjut diperlukan sebelu baterai akan siap untuk digunakan dalam smartphone. Penemuan ini bisa cocok untuk perangkat low-power seperti smartcard, kata Panasonic.

"Saat digunakan pada kartu/card seperti smartcard dan card key yang bekerja pada batterai, seperti yang digunakan untuk casing body, baterai ini akan mempertahankan karakteristiknya bahakn jika perangkat sering bengkok atau terpelintir." Kata sebuah perusahaan dalam memberi pernyataan.

Meskipun sampel dari baterai dipajang dikonferensi dan perngiriman sampel dijadwalkan untuk akhir bulan, Panasonic mengatakan produksi massal akan membutuhkan pengembangan produk lebih lanjut.



Baca selengkapnya